Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

Haramain dan LaylatulQadr

(Sambungan dari Ziarah Haramain)

Kemarin hari ke 21 Ramadhan, malam 21-nya adalah malam Jumat. Ada broadcast message yang beredar terkait ini, mengatakan besar kemungkinannya datang malam LailatulQadr. Cek link ini untuk lengkapnya.

Kemudian aku merenung, berhitung, mengkalkulasi… semoga Allah tunjuki. Bahwa malam laylatulqadr lebih baik dari 1000 bulan. Atau 1000x30hari=30.000 hari. Ibadah di malam laylatulQadr nilainya lebih baik dari 30.000 kali lipatnya.

Sedangkan ibadah di Haramain…

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)

Sumber : https://rumaysho.com/5818-keutamaan-shalat-di-masjid-nabawi.html

Kesimpulannya, ibadah solat di Masjid Nabawi selama 30 hari nilainya mendekati Solat di malam laylatulQadr. 30 hari x1000 shalat. Sedangkan sekali Solat di masjidil Harom jauh melebihi nilai solat di malam laylatulQadr, atau setara 100.000 shalat? Wallahu ‘alam.

Dari hitungan manusia otak kiri itu, ziarah ke dua masjid suci amatlah luar biasa keutamaannya untuk tujuan tabungan akhirat. Tapi lebih dari itu, kerinduan untuk menikmati hadir dan sujud bersama ribuan muslim lain yang terpenuhi adalah sebuah kenikmatan untuk si otak kanan. Kenikmatan syahdu yang tak tergantikan.

Ibadah umroh/haji sendiri adalah ibadah yang tak hanya bersifat khusus, tapi juga ibadah yang dominan unsur sosialnya. Bagaimana bersabar bersama jamaah selama perjalanan/safar, menunggu yang terlambat, menolong yang lemah, menutupi aib kawan seperjalanan, dan seterusnya. Bagaimana akhlak ketika bersinggungan dengan orang asing saat antri air minum, saat mendahulukan yang tua, saat berebut posisi solat, dan seterusnya. Sungguh, di sana saya tersenyum bahagia ketika saat duduk dipegang kepala dan dilangkahi orang. Karena hanya di sanalah hal-hal seperti ini terjadi. Ibadah yang mana tiap kelelahan dan kepanasan dijalani dengan senang hati, karena di sanalah momen tabungan akhirat meningkat drastis.

Maka sering saya bertanya-tanya, apa yang telah saya lakukan sehingga Allah berkenan memberi keistimewaan ini?

(bersambung ke postingan berikutnya.. )

Share:

Comments ( 2 )

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *