Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

Jangan Salah Sasaran

Hidup, kita tahu dia mengalir terus sebagaimana waktu. Tiap manusia memiliki 24 jam sejak lahir hingga waktunya pergi. Mulai bayi owek owek, balita kiyut, bocah gemes, remaja manis, dewasa ehem, lalu menua renta. Ini ga usah pake skenario, kita duduk diem aja juga tambah tua. Masalahnya kan bukan bagaimana supaya bertahan hidup -lha wong hidup itu dapet gratis dari Tuhan-, masalahnya adalah hidup kita isinya apa? Ada kesan dan pesannya ga? Apa jangan-jangan cuma sekedar berisi nama, ttl, hobi, dan cita-cita.. #eeaaa #inget80-90an

Inget jaman aku SMP dulu denger ada anak cowo yang nyeletuk, “gw nanti mau ngerokok pas sma.”

Aku: What the? helloooww… Itu aja skenario hidup elo? Aneh banget.*dalem ati*

Memang betul kebanyakan anak SMP, SMA, bahkan kuliahan ga paham apa yang mereka kejar. Apa tujuannya? Apa target dan sasarannya? Kalau tujuan aja ga punya, kemana kamu akan meluncurkan anak panahmu. Sebetulnya, mestinya judul postingan ini bukan “Jangan Salah Sasaran”. Tapi Milikilah Sasaran. Karena tanpa sasaran untuk ditembak, jadilah kita nembak sekedarnya aja… asal keliatan gak nganggur. :p

Ujung-ujungnya hidup cuma yaaa gitu deh. Ga ada nilainya untuk manusia lain.

Kemarin saya mendapat sebuah pelajaran penting dari kawan-kawan Sahabat Muda Tangerang. Atau disingkat Semut.

Ceritanya, Yayasan ini membutuhkan perwakilan untuk menghadiri sebuah pelatihan yang penting. Masalahnya waktu dan tempat pelatihannya menggalaukan. Hehe, harus nginep di bogor. Hampir semua personel inti yayasan kebetulan ada kerjaan penting atau masih ngasuh anak, sehingga ngga bisa ikut. Nah, waktunya tinggal 1 hari untuk memutuskan…makin mepet… Alhamdulillah ada satu orang personel yang bisa meluangkan waktu. Tapi tiba-tiba dilihat ada sederet administrasi yang harus dibuat termasuk surat pengantar, essay, profil SWOT, membuat statistik demografi pelajar kabupaten, dll..dll.. selain biaya sebesar 600rb. Sedangkan beliau masih harus kerja hari itu sebelum berangkat ke lokasi pelatihan. Beliau pun langsung menshare persyaratan tersebut. Berharap ada back-up selagi dia kerja.

Langsung, kawan-kawan lain ambil bagian untuk bantu melengkapi persyaratan tersebut, sehingga sebelum beliau berangkat alhamdulillah dokumen-dokumen bekal untuk pelatihan pun terkumpul. Biaya pelatihan sudah ditanggung yayasan. Tapi ongkos pulang pergi pasti dari kantong sendiri dan yang paling penting, waktu yang beliau korbankan untuk bisa hadir sebagai perwakilan. Ini yang paling disyukuri oleh seluruh personil sehingga mereka sibuk membantu dari tempatnya masing-masing.

Jika kita cukup jeli melihat kasus tersebut. Kawan-kawan yayasan semut memiliki kesamaan Visi dan Misi yang menjadikan mereka mampu menyeleksi pekerjaan mana yang penting dan urgen. Suatu pekerjaan menjadi penting ketika ia mendekatkan pada tujuan Yayasan yaitu membina para pelajar di wilayahnya, menyelamatkan calon pemimpin daerah supaya terhindar dari pengaruh negatif media dan narkoba.. namun pekerjaan lain juga penting karena ia menjadi tanggungjawab pribadi yang harus ditunaikan, untuk menafkahi dan menjaga keluarga masing-masing.

Maka mereka saling mengisi kekurangan pribadi untuk menjadikan suatu misi bersama berhasil ditunaikan. Betapa mahalnya kesempatan menyaksikan suatu kerjasama yang apik ini. Dan ia bisa terlaksana karena mereka semua memiliki satu sasaran yang sama. Allah, Allah, dan Allah saja.

Seandainya kita semua memikirkan diri masing-masing dan hanya mengalir seiring waktu. Niscaya tak akan ada satu hal besar pun yang kan terwujud. #AmalJama’iYuk

Maka, milikilah sebuah tujuan hidup yang akan terus bernilai meskipun diri ini sudah tiada. Sebuah kebermanfaatan yang menyirami bibit-bibit kebaikan, dengan harapan akan menuai hasilnya nanti di surga. Tujuan yang akan menghabiskan waktu seumur hidup atau lebih lama lagi untuk tercapai. Sehingga semoga makin lama, makin banyak jiwa lain yang bergabung dalam tujuan tersebut. Mengajak pada kebaikan dan menghapuskan keburukan atas nama amanah Tuhan. Semoga Dia berikan kemuliaan hidup dalam kemenangan atau mati dalam syahid.

 

 

Share:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *