Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

Kebebasan itu…

Beberapa waktu lalu menemukan sebuah nasihat di socmed (lupa persisnya di mana), tentang para karyawan yang mengeluh karena sudah harus masuk kerja satu pekan setelah lebaran… Katanya, bersyukur aja karena harus masuk kerja. Banyak orang lain yang masih bingung karena belum dapet kerja.

Hehe, bener juga yah, dalem ati.

Tapi saya bukan mau nulis tentang bersyukur, karena pastinya kita semua paham dong yah. Kalau mau bahagia ya banyak-banyak bersyukur. Lihat ke bawah, lihat yang kesulitan hidupnya lebih berat dari kita. Di sini banyak kok, cari terus ke bawah pasti masih ada lagi.

Saya menemukan hal lain yang juga menarik untuk dipetik hikmahnya.

Kebetulan, saya kalo jalan-jalan ke mall atau tempat hang out umum lainnya lebih suka di hari kerja. Secara, suami juga jam kerjanya gak fixed harus tiap hari dari pagi sampai malem. Tapi kadang justru nginep berhari-hari atau malah sering juga weekend jadi hari kerja.

Nah, kita -sebagai manusia produktif- punya pilihan untuk kerja sebagai karyawan dengan jam kerja stabil atau pebisnis dengan jam kerja khusus. Kita memiliki kebebasan untuk memilih, tergantung pada latar belakang skill, minat, bakat, atau pendidikan kita.

Kita punya kebebasan memilih untuk kerja di kantor atau di rumah, mendelegasikan pekerjaan rumah tangga atau mengerjakan sendiri.

Kita punya kebebasan memilih untuk sekolah atau belajar di rumah.

Kita punya kebebasan memilih untuk memvaksin atau tidak memvaksin anak. #eh

Kita punya kebebasan memilih untuk ngeshare suatu info atau tidak.

Kita punya kebebasan memilih untuk debat di komen atau twitwar. :p

Kita punya kebebasan memilih jualan online atau offline. #eehhh

Intinya…

Kita punya kebebasan memilih apa yang akan kita lakukan dengan waktu yang kita miliki.

Apakah akan diisi dengan main Pokemon Go seharian,

Apakah akan diisi dengan tilawah dan murojaah,

Apakah akan diisi dengan nonton film-film box office di HBO, mumpung gratis sebulan? #halahhh

Apakah akan diisi dengan menuntaskan bacaan buku, bikin skripsi, sampai disertasi.

Apakah akan diisi dengan belajar dan mengajar sampai akhir hayat..

Bebassss..

Tapi kebebasan itu akan diikuti dengan pertanggungjawaban. 24 jam sehari digunakan untuk apa? Meskipun hanya 1 jam yang digunakan untuk joget dangdut, atau beberapa menit untuk merokok dan meracuni tubuh sehat yang Allah beri, tentu semua ada pertanggungjawabannya.

Maka mari kita lacak semua waktu yang Allah berikan kepada kita, hari demi hari yang terus terakumulasi sepanjang hidup kita. Mungkin sebagian besarnya telah kita gunakan untuk TIDUR.

Untuk penggemar film seperti saya mungkin banyak di dalam waktu itu digunakan untuk NONTON.

Sebagian lagi sepertinya cukup banyak juga yang digunakan untuk FESBUKAN.

Daaan itu baru pertanggungjawaban bab waktu hidup.

Masih ada pertanggungjawaban bab rezeki, karena di dalam penggunaannya pun kita memiliki kebebasan. Mulai dari kesehatan, sandang, pangan, papan, dan seterusnya..

Lalu tiba-tiba inget semua tas dan baju hasil belanja online. hiks..

Kebebasan adalah suatu hak asaasi. Di dalamnya kita merengkuh kebahagiaan. Namun di dalamnya juga terkandung amanah. Amanah yang bahkan langit dan gunung pun menolak untuk diberi.

 

Share:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *