Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

Mencari Kebahagiaan

Seorang kenalan suatu ketika membagi kekhawatirannya. Ia merasa insecure dalam hubungannya dengan suami yang kebetulan banyak berinteraksi dengan para artis dan model dalam urusan pekerjaannya.

Jika sang kenalan ini adalah ibu rumah tangga seperti aku ini, tentulah sedikit banyak aku akan memahaminya.. Tapi, dia bukanlah perempuan kebanyakan seperti yang biasa kutemui.
Perlu kusebutkan bahwa beliau adalah wanita yang cantik dan masih muda meskipun sudah memiliki 2 anak. Tak ada itu tanda-tanda beberapa kilo di pinggang atau chubby di pipi karena pernah hamil. Ia menikah di usia muda ketika ia adalah sebuah bintang kejora di langit yang dikejar-kejar para pemuda. Kini ia pun masih nampak jelita dengan kebeningan dan ronanya.

Setelah menikah, bersama suaminya ia merintis sebuah bisnis yang akhirnya berkembang menghasilkan aset milyaran. Aset ya mbak, bukan omset.
Omset itu hasil penjualan total belum dikurang modal dan biaya operasional. Sedangkan asset adalah pembunuh bayaran CIA yang tersebar di semua negara. #whattt? Hihihi, garing yah. :p
Aset itu adalah harta yang bernilai hasil dari keuntungan usaha. Omset dikurang modal dan operasional, dikurang pajak, dll dll. Pokoknya keuntungan bersih trus dibeliin harta benda. Nah kurang lebih itulah aset.

Nah lanjut ceritanya yak, jadi suami si kenalan ini kemudian merambah bisnis-bisnis lain, sehingga salah satunya ada juga yang berurusan dengan para model ituhh. Si kenalan rada galau juga ini, karena ternyata suaminya pernah bilang dengan jujur bahwa tipe kesukaan dia adalah perempuan yang tinggi. Waduw… jikalau si kenalan ini punya sedikit kekurangan ya mungkin cuma kurang tinggi aja. Tapi kalau di samping kita-kita orang Indonesia mah dia normal banget lho mbak tingginya. Toh emang ga semua orang setinggi pramugari kan?

Anyway… Balik ke galau deh. Apa inti dari kisah ini?
Kita semua pasti punya satu atau beberapa hal untuk dikhawatirkan. Ada yang galau bagaimana supaya SPP anak-anak kebayar, ada yang galau karena anggota keluarga sakit, ada yang galau karena jerawat, ada yang galau karena kurang tinggi, ada yang galau karena pajak tinggi banget.. #wkwkwk

Tapi diluar kegalauan yang fakta ituh, tentu kita semua juga punya banyak hal untuk disyukuri.
Anak yang cerewet tapi lucu.
Rumah sendiri meski kecil.
Kesehatan yang prima meski jerawatan.
Dan terutama, masih berada dalam keimanan… yang bisa menghindarkan diri dari depresi akan banyaknya masalah kehidupan.
Kita selalu punya Dia Yang Satu untuk meminta atas segala.
Kita selalu tahu bahwa dunia hanyalah sementara, dan bersamaNya adalah kerinduan.
Maka … duhai diri yang diciptakan dengan cinta yang sempurna dan selalu dilimpahi rahmat.
Buang galaumu. Dan berbahagialah.

image

Share:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *