Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

Sedekah Umroh (Ziarah Haramain part 4)

Sambungan dari postingan sebelumnya.

Sebelumnya suamiku mungkin meng-iya-kan keinginanku untuk juga diajak umroh sebagai kesempatan untuk mendapatkan diskon pergi umroh Ramadhan dengan harga 50%. Sebuah peluang yang menarik.

Bisa baca cerita sebelumnya di sini. Bayar 1 untuk 2 orang.

Secara, kesempatan untuk mendapatkan keutamaan umroh ramadhan saja sudah luar biasa apalagi dengan harga diskon 50%. Berkah berkah berkah berlimpah.

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

Namun aku melihat sebuah perspektif berbeda yang sebelumnya tak terpikirkan olehnya.

Begini, aku memahami bahwa setiap rezeki yang kita berikan pada keluarga adalah sedekah yang utama. Itulah kenapa menyenangkan istri bisa membuat para suami berlimpah rezeki, sedangkan menyakiti hati istri bisa bikin seret rezeki. Hehehehe.. Ini bukan semata-mata masalah doa istri solihah loh yaa. #uhuk. Meskipun istri adalah salah satu sayap dari dua sayap bidadari di buku Keajaiban Rezeki-nya mas Ippho Santosa. Tapi ini tentang rezeki yang makin berlimpah karena sedekah seperti yang sering diulang-ulang Yusuf Masur bagi para pemula dalam hal sedekah. huehehe.. iya aku pemula. Masih mengingat bahwa setiap sedekah akan diganti minimal 10x lipat.

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (QS 6:160)

Dalam konteks ayat itu, menyenangkan istri tanpa biaya aja, misal mijetin kakinya yang pegel karena gendong anak sambil masak, mengelus kepalanya yang ngebul mikir pln naik, dst, pasti dapet pahala 10 kali lipat amalnya. hehehe.. Kira-kira bakal seperti apa ganjaran pahalanya kalau menyenangkan si istri tersebut pake biaya juga. Huehehehe (lagi).

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.2:261)

Eh, gak percaya kalau memberi nafkah ke keluarga itu adalah sedekah yang utama? Check this out.

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ » .

Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)

Maka ketika suamiku mengiyakan permintaanku untuk ikut umroh. Aku langsung melihatnya sebagai sebuah sedekah senilai $2050. Jadi gambaran utuhnya di kepalaku adalah:
Suamiku mendapatkan rezeki ramadhan senilai dua puluh jutaan. (27 jutaan)
lalu dia bersedekah senilai itu juga.
Tapi meskipun dia keluarkan sedekah sebesar rezeki Ramadhan yang diterimanya (1-1), hasilnya bukan NOL kan?

Karena dengan sedekah itu, dia bisa menikmati umroh beserta seluruh keutamaan Ramadhan ditemani oleh istrinya.

Itu.
Dan ketika kujelaskan gambaran ini padanya, sebuah “Ting!” menyala di sana.
Dia tersenyum. Betul juga.
Lalu menyalamiku setelah itu, yang seakan-akan dia memberi selamat kepada dirinya sendiri.
Hahaa..

Share:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *