Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

Si P yang bikin Baper (2)

Setelah perbincangan sore itu saya -yang sedang merasa lemah iman- pun kemudian makin kehilangan pegangan. Entah kenapa kebetulan belakangan ini juga merasa lagi makin sayang sama dia. Maka, karena adanya cuma cemilan kue, akhirnya itu yang saya pegang. #halah #nyarialesancheating

Kenapa sih, laki-laki perasaan mereka kayak saklar aja, bisa on/off sesukanya, yang penting logis. Eh, apa cuma laki-laki yang ini aja yah? Hihi.

Laki-laki melihat nambah istri itu cuma seperti 1+1=2, sebagaimana nambah anak berarti nambah mulut untuk dinafkahi. Padahal satu jiwa itu bukan cuma butuh nafkah doang kan. Iya emang kewajiban utama laki-laki itu sebagai pemberi nafkah, kalo ini gak beres berarti dia kurang laki. Tapi bukan berarti dia ga dimintai pertanggungjawaban atas hal-hal lainnya dong.

Waktu, perhatian, cinta, ilmu, dan segalanya yang membuat hidup manusia menjadi indah dan berkualitas itu bukanlah uang, bang. Kamu kasih lah itu uang berlimpah ke istri dan anak-anakmu tapi tanpa hal-hal yang saya tulis barusan, uang kamu akan jadi kesia-siaan bahkan akan jadi masalah. Percaya deh. Udah banyak bukti keluarga-keluarga hancur karena uang (saja) yang ditumpahkan pada mereka.

Sedangkan istri, dia melihat individu-individu dalam keluarganya sebagai jiwa yang butuh makan, perhatian dan cinta, waktu, dukungan, pelukan, wawasan, dan seterusnya. Maka, dia beri makan jiwa-jiwa itu DENGAN CINTANYA. <– ga sengaja kepencet capslock tapi biarin aja deh ya.

Istri mendapat energi cinta dari mana? Ya dari suaminya lah. Yang kemudian ini jadi masalah ketika istri merasa tak lagi dicintai oleh suami, lalu dia pun berhenti mencintai. Berhenti melayani. Berhenti memberi cinta. Berhenti memeluk. Berhenti peduli. Berhenti mendoakan. Berhenti membangunkan untuk subuh.

( ( ( ( Berhenti membangunkan untuk subuh.) ) ) )

Bukan cuma berhenti peduli pada kebaikanmu di dunia, tapi juga di akhirat! Karepmu, mas!

Ini mestinya dihighlight ya mas, kalo kamu bangun subuh aja masih dibangunin istri. Trus yakin kalo istri yang lainnya mau bangunin kamu subuh? Eeeeaaaaa…

Nah, itu adalah contoh istri baper.

Itu aja keadaannya suami belom nikah lagi, si istri baper baru merasa tak dicintai aja sama suaminya. Gimana kalo nikah lagi? Atuh lah ke laut aja deh, travelling maksudnya. Wkwk.

Trus kesimpulannya apa?

Jadi gini lho, buat istri baper, suami itu harus ekstra hati-hati.

Ngomongin poligami itu maksudnya apa?

Buat laki-laki mah lempeng aja, i am still here with you adalah bukti bahwa aku setia.

Tapi buat istri, mendengar suami ngomongin poligami itu bukan hanya bisa jadi kode bahwa suami mau nambah istri. iseng-iseng berhadiah, siapa tau dikasih. hahahay

Tapi lebih jauh lagi itu juga adalah sebuah kode halus mungkin suami udah gak cinta lagi. Atau cinta tapi ga sebanyak dulu. Atau cinta tapi lebih cinta dia. wkwk. Iya lah, buktinya kamu ga peduli perasaan istri ketika bicara tentang perempuan lain.

Ini tentang hati, mas. Bukan harta benda dan fisik kamu yang ada di sini. Masalahnya adalah hati kamu ada di mana, bersama siapa, sedang apa? #tsaaahhh

Karena kalau hati kamu sudah tak di sini. Maka aku tak akan memaksa kamu untuk tetap berada di sini. Buat apa?

Ah, maklumin aje ye, namanya juga istri baper.

Share:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *