Kemarin, kami melingkar. Emak-emak ini baru berkumpul dua kali di dua pekan terakhir. Namun ketika sudah waktunya kami berpisah dan pulang, kami merasa pertemuan ini berlangsung sangat cepat. Kok udah jam segini aja ya? Ga berasa.

Kami menyebut kegiatan belajar pekanan ini dengan liqo, halaqoh, mentoring, tarbiyah, juga usroh. Sempat juga saya menggunakan penyebutan kelas wawasan islam. Apapun namanya intinya sama. Kami berkumpul atas dasar kecintaan kepada Allah, berupaya saling mengingatkan dan menasihati untuk bertakwa dan bersabar dalam ketakwaan. Kami melingkar tiap pekan. Kenapa disebut melingkar, karena formasi kami biasanya dalam bentuk lingkaran. ๐Ÿ™‚

 

Seorang pembimbing di dalamnya seringkali disebut dengan mentor atau murobbi. Sebetulnya dipanggil mbak, buk, atau umm juga sering sih. Terserah aja lah yaa.. Mentor ini sesuai dengan sebutannya maka ia memberikan pandangan dan pendampingan bagi lingkaran ini. Sering dengan menyampaikan materi-materi tarbiyah bertema akidah dan akhlak, kadang juga mendengarkan masalah-masalah dari anggota di dalam lingkaran tersebut sambil memberi pandangan dan alternatif solusi.

Mentor dengan segala kekurangannya, diharapkan bisa bersikap mengayomi dan menjadi sahabat yang tulus bagi para anggota. Peran ini bagaikan menjadi orangtua sekaligus sahabat sekaligus guru spiritual. Dia -sekali lagi dengan segala kekurangannya- diharapkan menjadi contoh yang baik secara umum. Terus menerus saya ingatkan dengan segala kekurangannya supaya tidak menjadi figuritas atau terlalu kagum pada mentor sehingga dia tak boleh terlihat salah.

Lingkaran-lingkaran ini dalam jangka panjang memiliki beberapa tujuan bagi anggota-anggotanya, salah satunya adalah menjadi contoh dan inspirasi dalam hal kebermanfaatan di dalam masyarakat. Namun sebelum mereka bisa menjadi individu-individu bermanfaat, sebelumnya pemahaman dan akidah serta akhlak mereka haruslah lebih dulu diluruskan. Jangan sampai tercemari oleh berbagai paham yang berlawanan dengan akidah islam.

Lingkaran-lingkaran ini juga cikal bakal perbaikan generasi berikutnya. Karena orangtua yang soleh akan berupaya mensolehkan anaknya. Namun kali ini bukan hanya dengan kalimat-kalimat suruhan, namun juga dengan contoh. MasyaAllah.

Para anggota dari lingkaran ini pun saling menginspirasi satu sama lain. Kecintaan mereka satu sama lain yang berasal dari kecintaan pada Allah menjadikan hati mereka berpadu kuat. Saling memaklumi kekurangan dan mengagumi kelebihan saudaranya. Ya, bukankah kini mereka adalah saudara? Saudara dalam Islam. Tidak ada yang lebih kuat dari persaudaraan karena Allah.

 

Quran, Surah Al-Anfal, Ayat 63

dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. QS.8:63

Tiada tara kenikmatan berkumpul dengan saudara-saudara yang wajahnya cerah karena wudhu. Belajar dari mereka, mengambil hikmah dari kehidupan mereka, dan mengingat Allah dalam setiap kalimat.

Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat..

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุนูุฏู ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุญูŽูู‘ูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุบูŽุดููŠูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุณู‘ูŽูƒููŠู†ูŽุฉู ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠู…ูŽู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู

Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya. [HR Muslim, no. 2700].