Anak nomer dua, tiba-tiba dapet share-sharean lagu ini dari sepupunya yang juga kawan main di rumah. Diulang-ulang sampe lagu ini terngiang-ngiang di telinga emaknya. Wkwk. Soalnya ternyata enak juga suara munsyidnya #halah. Selain itu ada bagian chorrusnya yang romantis, yang emak demen ngikutinnya sambil nyolek dagu mas bojo, sehingga dia kegeeran maksimal. Hihihi biarin. Biar dia ga tergoda sama cewek laen. #eeeaaaa #modusssmaksimal

Bagian chorus yang romantis itu bunyinya ya percis seperti judul tulisan ini. I want something just like this.

Dan menurutku ada banyak filosofi dan hikmah dari hal semenyenangkan lirik lagu ini. Bukankah hikmah adalah harta karun mukmin yang terserak?

Sebelumnya, ini saya kopaskan dulu lirik lengkapnya.

I’ve been reading books of old
The legends and the myths
Achilles and his gold
Hercules and his gifts
Spiderman’s control
And Batman with his fists
And clearly I don’t see myself upon that list

But she said, where’d you wanna go?
How much you wanna risk?
I’m not looking for somebody
With some superhuman gifts
Some superhero
Some fairytale bliss
Just something I can turn to
Somebody I can kiss

I want something just like this

 

 

Anyway, dalam lirik di atas maknanya kira-kira seorang perempuan tidak mencari seorang superhero dalam kehidupannya. Kenapa? Bisa jadi karena para perempuan di kisah para superhero tidak bisa bersatu dengan kekasihnya. Ngenes kan? Setidaknya di kasus spiderman dan batman begitu. Kalo Achilles dan Hercules ga ngerti lah ya kisahnya kayak mana.

Perempuan adalah makhluk lembut hati secara fitrah yang membutuhkan dada dan pundak untuk bersandar dan lengan untuk dikintili #hahay. Bila kita menyaksikan para perempuan yang luar biasa tangguh, maka kemungkinan besar keadaanlah yang mendorong mereka untuk menjadi demikian.

Saya ingat sebelum menikah, pulang dari kuliah dan kegiatan organisasi, saya biasa pulang malam naik bis dan angkot lewat terminal kalideres yang masih rawan, sendirian. Hanya bergantung pada Allah untuk memberi keamanan dan keselamatan. Juga nyetirin mobil berisi panitia ke puncak untuk acara pesantren kilat. Nggak pake menye-menye ngeri kayak sekarang. Karena setelah nikah, suami -hampir- selalu menemani, menjadi sopir dan bodyguard. Setengah curiga sebetulnya apakah dia maunya selalu menemani atau gak mau ditinggal. :p Sehingga sekarang setelah belasan tahun menikah kok malah jadi grogi kalau mau pergi jauh. Udah ga tau rute trayek bis terbaru ataupun ongkosnya. Argh, bahaya betul ini, ketergantungan sama suami.

Intinya, bagi para mas-mas suami, ketahuilah bahwa istrimu menginginkan dirimu selalu dekat. Yah setidaknya masih keliatan lah tiap malem buat buang sampah curhatan seharian. Syukur-syukur sambil mijetin kaki istri yang pegel ngurus anak seharian. hehe.

Perempuan juga gak nyari suami yang guantengnya kayak artis hollywood, bollywood, atau koreawood. Cukup yang setia dan bertanggungjawab plus menjadikan istri laksana bidadari. Sehingga istri merasa secure, nyaman, dan sakinah bersamamu.

Nah itu tadi sudut pandang istri secara umum saja ya.. Kalo istri yang solihah pasti punya kriteria lain dong.

Calon istri solihah itu pasti nyari calon suami yang solih. Yang beriman dan bertakwa. Bisa menjadi imam bagi dirinya dan anak-anaknya. Beriman dan bertakwa itu modal dasar banget, gak perlu lah yang hafal 30 juz macam Muzammil Hazballah. Secara, gak banyak juga kan stoknya. hehehe.

Tapi kalau suami beriman pasti dia menyadari tanggungjawab dalam pernikahan, sehingga dia pasti malu kalau setelah menikah cuma ongkang kaki numpang makan. Dan kalau dia juga seorang yang bertakwa, pasti dia berhati-hati dalam membawa rezeki pulang jangan sampai tercampur dengan yang haram. Berikutnya, insyaAllah dia juga seorang yang rajin dalam beribadah sehingga relatif lunak hatinya ketika dinasihati. Sehingga pada akhirnya, bisa jadi, dia lalu hafizh seperti Muzammil.

InsyaAllah ya, kalau gak kena tiupan setan sehingga jadi sombong duluan. Sebab sombong ini bukan cuma penyakit yang menimpa mereka yang gak dekat dengan agama, tapi juga bisa menimpa mereka yang rajin beribadah. Semoga Allah melindungi kita dari kesombongan.

Euh, kok ngomongin lagu jadi panjang gini..? Ah biarin dah. :p #modusngabisinjatah20ribukata

Secara umum kita memilih pasangan berdasarkan hal-hal ini: Kemapanan, keluarga, penampilan, dan kesolehan. Namun dalam tiap unsur itu sebetulnya mengandung nilai seperti berikut.

Kemapanan nilainya 0. Keluarga = 0. Penampilan = 0. Kesolehan = 1. Artinya kalau kita menjadikan kesolehan sebagai faktor terakhir dalam memilih pasangan, maka apapun faktor lain yang didahulukan maka nilai total dari pilihan kita adalah 0001.

Misalnya saya memilih pasangan, pertama, karena penampilannya yang mirip Tom cruise, juga karena dia kaya dan dari keluarga terpandang, terakhir barulah karena dia soleh. Maka cara nilai pilihan kita maksimal adalah 0001. Sedangkan bila saya mendahulukan pemilihan pasangan yang penting soleh dulu, kalo kaya disyukuri, keluarganya baik alhamdulillah, apalagi ganteng makin mantep. Kalau begini, angka satunya udah duluan di depan, dan pasangan kita bisa bernilai 10, 100, atau 1000.

Ingat hadits ini? Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.”

(HR Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra)

Kenapa begitu? Karena setiap kebaikan yang dilakukan atas dasar keimanan maka nilainya dilipatgandakan minimal 10 kali oleh Allah. Harta yang dimiliki oleh seorang yang soleh akan menjadi harta yang bermanfaat, sehingga akan dilipatgandakan 10 kali oleh Allah.

Keluarga pasangan yang baik adalah sebuah rezeki luar biasa, tentunya ini modal untuk bisa bermanfaat lebih banyak bagi orang lain karena masalah internal sudah selesai. Keluarga mertua yang baik dan pengertian yang mendukung anak-anaknya dalam tiap p0tensi kebaikan adalah pelipatgandaan keberkahan.

Begitu pula penampilan pasangan, yang meskipun cuma sekedar rapi dan bersih fisiknya, pasti akan melahirkan perasaan cinta terus menerus karena inner beautynya. Atau inner handsomeness ya? Karena minimal kesolehan akan melahirkan perilaku yang indah, membersamai pasangannya dengan cara yang baik. Seperti di ayat ini..

Pergaulilah mereka (istrimu) dengan cara sepatutnya. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. an-Nisa: 19).

Wallahu a’lam