Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

Tips Move On

Saya pikir, mungkin saya adalah orang yang sensitif. Dulu perkataan orang lain yang menyinggung seringkali membuat saya patah hati dan kemudian kapok. Pundung. Berhubung EQ saya juga agak lambat berkembang, maka terasa sulit pula bagi saya untuk mengelola hati untuk mudah memaafkan ataupun move on dari perasaan sakit itu.

Etapi kok berani-beraninya nulis judul begitu yak. Hihihi.

Iyaa.. meskipun masih suka sensitif, terutama saat menjelang kedatangan sang bulan, tapi saya yang sekarang merasa lebih mudah move on dan memaafkan dibandingkan saya yang dulu. Hiks. Ya daripada ngga. Heuu..

Maka ini lebih berupa trik yang secara pribadi saya gunakan supaya mudah move on dari merasa galau karena kezel pada hal yang dilakukan atau dikatakan orang lain. Jaman sosmed gini mak, kalo susah move on mah beratttt. Mending merem, unfoll atau uninstall sekalian. wkwk. Etapi aku kan jualan juga di sosmed masa mau uninstall, sayang ah. #alesansajakau

Nah, saya bagi tips move on ini ke dalam dua objek. Objek pertama adalah Orang yang kita pedulikan dan sayang. Objek kedua adalah orang yang kita ga pedulikan. Jiahahaaa..

Oke, tips buat objek kedua dulu yah. hihihih… Biarin aja, suka-suka saya dong, mau kedua dulu atau pertama dulu. Yang ini lebih simpel soale. Jadi gini, kalau kita baca atau denger sesuatu yang “nyeleneh” atau “menyerang” dilakukan oleh orang yang kita ga peduli, ga suka, dan kenal juga nggak..

Tipsnya adalah:

  1. CUEKIN AJA.
  2. BIARIN AJA.
  3. INGAT, ORANG CAPER JANGAN DIKASIH PERHATIAN.
  4. PERHATIAN MALAH MEMBUAT DIA SENANG.

Gitu ya. Jangan pernah respon perilaku negatif dengan perhatian. Hal ini bisa juga diterapkan dalam pendidikan anak. Hanya beri perhatian dan penghargaan pada perilaku positif. Maka anak akan belajar untuk sebanyak-banyaknya melakukan hal positif untuk mendapatkan perhatian, reward yang terasa memuaskan ini.

Nah untuk objek pertama, yaitu orang yang kita pedulikan, sayang, dan dekat secara pribadi… ini agak lebih sulit untuk move on. Karena apa? pertama, kita mendengarkan dengan hati apa yang mereka katakan. We take it personally. Bisa jadi juga mereka mengatakan hal-hal yang kita anggap menyakitkan itu semata karena mereka peduli pada kita. Otherwise, mereka ga akan repot-repot kasih pendapat.

Masalahnya, pendapat meskipun berlandaskan kepedulian ga mesti semuanya kita ambil hati. Kadang, itikad baik aja gak cukup kak, hehehe. Ilmu dan pemahaman juga perlu. Misal, kita mau resign kerja untuk fokus di bisnis, lalu keluarga terdekat ga setuju karena menurut mereka kita akan susah dan belangsak (bahasa naon ieu) kalau keluar kerja. Padahal bisnis kita ini ga bisa disambi-sambi, sedangkan pulang kerja kita udah kecapekan, apalagi kalau lembur makin jalan di tempat aja deh, gimana nasib para reseller kita? Nah, keluarga kan mungkin ga ngerti kalau kita udah punya team reseller yang nunggu-nunggu kita merespon pesanan mereka setiap saat. Ini misal ho, misaaaaaallll..

Jadi ketika mereka gak paham, lalu komen nyelekiddd. Apa yang harus kita lakukan?

  1. Istigfar. Jangan sampai setan leluasa kipas-kipas lalu kita sewot marah-marah.
  2. Introspeksi. Mungkin emang iya kita yang salah.
  3. Ketika masalahnya ternyata murni karena mereka gak paham masalah, maafkan. Kalo bisa mah jelasin aja. Kalo bisa lho yaa.. Karena kadang ada juga yang udah dijelasin ternyata keukeuh, simply karena mereka ga bisa atau ga mau paham.
  4. Kalau di poin 3 itu masih ga bisa move on, labelling biasanya ampuh. Tapi jangan diucapkan ya. Cukup di hati aja. wakakaka.. Misal gini, ‘Ah dia mah emang ga bisa paham.’ Maka biar waktu yang membuatnya paham. Atau, “emang karakter dia gitu mau diapain lagi” Biar Allah yang menyadarkan. Wekeke.. Saya lebih sering pake yang gini “Ah, dia kan emang bodoh di masalah begini, udah berapa kali kejadian kaya gini.” Ini teh, mengucapkan di hati aja dengan penuh rasa sayang loh. Gak lama saya pun malah kasian sama si objek, bahkan merasa geli kenapa sempet sakit hati.

Gitu kak, kalo di saya sih cukup ampuh ya..

Share:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *