Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

UnODOJing

Dalam dunia para home-learner, ada yang disebut dengan “unschooling”. Ini adalah sebuah proses ‘membersihkan’ kebiasaan-kebiasaan buruk yang ada di sekolah, seperti melakukan sesuatu hanya karena dan ketika disuruh, hilangnya minat belajar hal baru, penyeragaman jawaban atas sebuah soal, dan seterusnya.

Maka saya menggunakan term “unodojing” ini dalam situasi khusus yang saya alami dengan tujuan-tujuan yang mirip namun tak sama dengan term unshcooling.

Odoj sendiri adalah singkatan dari One Day One Juz, merupakan sebuah upaya terstruktur untuk mendorong dan memotivasi diri secara eksternal supaya bisa melakukan tilawah sebanyak satu juz perhari. Karena kadangkala motivasi internal saja tidak cukup. Seperti saya misalnya, hanya dengan keinginan bisa melakukan tilawah satu juz perhari bukan berarti kemudian saya bisa melakukannya dengan lancar. Banyak hambatan, aral, dan rintangan menghadang tiap hari untuk bisa berhasil sampai 20 halaman. #lebaymaksimal. Biasanya, kapasitas saya adalah sekitar 50% keberhasilan menyelesaikan tepat waktu sedangkan 50% sisanya adalah rikues extra time pada admin, heuheuheu.. Separah-parahnya adalah hutang 2 juz yang langsung dibayar pada hari ketiga. Ini kira-kira sudah berjalan beberapa tahun terakhir.

Namun entahlah, beberapa pekan terakhir ini amatlah sulit, lebih dari biasanya, bagi saya untuk menjalankan komitmen ini. Kelelahan badan dan pikiran dan penyakit manajemen waktu kambuhan yang tak kunjung membaik membuat hutang tilawah saya makin banyak dan saya pun makin stress menghadapinya.

Bilamana terasa waktu cukup luang untuk tilawah, saya pun berusaha membayarnya. Namun sesering apapun saya mencicil rasanya hutang tak kunjung berkurang. Cuma gali lubang tutup lubang ajah. Aku streesss ga bisa ngejar ketinggalan. Inikah yang dirasakan para karyawan yang berhutang di koperasi? #halah

Akhirnya kok saya merasa ketika membuka lembaran Qur’an ini hati bukannya tenang malah teringat-ingat hutang. Ga tenang. Ga lezat. Saya tilawah untuk mencari kenikmatan lho ini. Kenapa malah jadi buru-buru dan kesrimpet-srimpet begini?

Sebetulnya ini hal kecil kalo saya bukan tipe yang rawan stress. Ga percaya? Liat aja uban di kepalaku udah banyak karena kepala gampang ngebul. Akhirnya, bisa diduga.. saya minta cuti odoj sama admin. Dengan alasan mencari kenikmatan yang hilang itu tadi. #uhuyy. Nggayyaaa.. Padahal beneran kan, ga diiket aja lepas tuh 1 juz seharinya seperti dua hari terakhir. Ah emang aselinya butuh tekanan eksternal saya mah. Untung ijin cutinya berbatas waktu.

Maka saya pun kini menjalani fase unodojing ini. Proses melepaskan stress target mengejar bayar hutang tilawah. Sebetulnya bisa aja sih, ga usah cuti. Ganti sama baca terjemah atau dengar murottal aja tilawah yang gak kekejar. Tapi kok ya aku gak merasa sreg kalo target odoj cuma diganti murottal. Jadi sekedar survive aja di list laporan grup. Kata suami, kenapa ga  minta amnesty ajaaa.. Biar dihapuskan hutangnya yang kemarin, gitu. haha.. ide bagus. Mentang-mentang abis ikut tax amnesty.

Share:

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *