Text Me for More Product Info: 0812-9948-137

Ziarah Haramain

Kenikmatan diberi hadiah berkunjung ke dua tanah suci diberikan lagi oleh Allah SWT. Sebelumnya di 2012, ajakan datang lewat kesempatan bagi suami menjadi salah satu anggota tim pelayanan umroh Ramadhan. Aku bersikeras ingin ikut karena selain kesempatan umroh memang belum tentu terjadi lagi. Gak di bulan Ramadhan pun aku pasti minta ikut. Hehe.. Pertama, karena suami pergi for free sehingga dia tinggal membayar biaya untuk kepergianku saja. Anggaplah kami pergi berdua dengan biaya satu.

Tahun ini 2017, umroh Ramadhan kedua kami. Kesempatan luar biasa rupanya BISA datang lebih dari sekali. AllahuAkbar Alhamdulillah MasyaAllah Laa hawla walaa quwwata illa billah. Kali ini beberapa hari menjelang Ramadhan, suami yang sedang di luar rumah menelponku. “Mi, aku ditawarin ngebimbing jamaah umroh Ramadhan. Boleh ga?” katanya. “Ramadhan? Kerja? Hmm.. Kemarin aku pengen ikut pesantren Ramadhan aja ga dibolehin kok sekarang kamu yang mau pergi?” Jawabku ragu, masa iya suami mau umroh Ramadhan ga boleh? Tapi masa aku di rumah aja megang anak sedangkan minta libur ramadhan (a.k.a pesantren) aja ga dikasih. Emangnya istri ngurus anak ga boleh libur sama sekali. *Dengan monolog pikiran itu, hati agak nyesek*

“Boleh kalo ngajak aku.” Akhirnya. “Oke deh.” Kata dia. #whhaaattttt

Sampai waktunya manasik pun aku masih ga yakin apakah Allah betul-betul memberiku kesempatan ini. Aku masih bilang “insyaAllah ketemu lagi ya” ke calon jamaah lainnya. Bahkan meskipun suami udah ngabari keluarga besar dan kami mempersiapkan anak-anak untuk bisa mandiri selama ditinggal, aku masih belum berani minta izin kepada tim panitia ataupun ibu-ibu pengajian. Bukan apa-apa, Allah punya ketentuan sendiri yang aku gak berani langkahi dengan kepedean. Soalnya di tahun 2012 ada beberapa jamaah yang akhirnya ga bisa berangkat karena visa gak keluar. Ada juga yang visanya keluar di saat-saat terakhir. Apalagi aku bisa berangkat dengan “menyandera” suami. Atuhlah khawatir Allah ga ridho aku “nempel” ke suami yang emang “diundang”. Btw, ini ke 5 kalinya dia pergi.

Makin dekat waktu keberangkatan aku nanya, “Visaku udah keluar?”. “Atuhlah” kata suami. “Kan udah dibeliin tiket segala, masa ga keluar?”. “Ya.., kali aja..” *seneng tapi ragu* Akhirnya aku sampaikan juga ke ibu-ibu pengajian, izin libur satu pertemuan dan berikutnya kalau udah keburu mudik sampai jumpa abis lebaran yah. Izin ga hadir sanlat dan juga beberapa agenda ramadhan.

(bersambung ke postingan ini)

Share:

Comments ( 2 )

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *